Basis Data adalah Kumpulan data
Perintah-perintah SQL Part 1: Perintah SQL(Structure Query Language)
SQL atau disebut juga Structure Query Language merupakan sebuah bahasa permintaan yang melekat pada suatu SMBD(Sistem Manajemen Basis Data) termasuk MySQL. Perintahnya dapat kita sebut dengan istilah query. Dalam penggunaannya perintah SQL dikategorikan menjadi tiga sub perintah, yaitu:
1. DDL(Data Definition Language)
2. DML(Data Manipulation Language)
3. DCL(Data Control Language)
Kali ini kita akan membahas perintah tentang DDL(Data Definition Language).
DDL(Data Definition Language) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu:
1. CREATE
2. ALTER
3. DROP
Berikut penjelasan dan contoh cara menuliskan perintah-perintah yang termasuk dalam DDL(Data Definition Language), dalam menuliskan perintah SQL kali ini saya menggunakan MySQL Command Line.
1. Perintah CREATE
Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk diantaranya untuk membuat database baru, table baru, view baru, dan kolom.
Perintah membuat database:
Membuat database dengan nama database db_latihan_query.
create database db_latihan_query;
Perintah menampilkan seluruh database yang ada:
show databases;
Perintah mengaktifkan database yang sudah dibuat:
Use db_latihan_query;
Perintah Membuat table di dalam database:
Membuat table data_barang beserta field-field dan tipe datanya:
create table data_barang(
kd_barang char(4)not null,
nm_barang varchar(25)not null,
harga bigint(15)not null,
stock int(4)not null,
PRIMARY KEY(kd_barang));
Perintah Menampilkan deskripsi table yang sudah dibuat:
Desc data_barang;
2. Perintah ALTER
Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur table yang telah dibuat, pekerjaannya mencakup mengganti nama table, menambahkan kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
Untuk menambah kolom, kita bisa memakai ADD nama_kolom. Secara default, kolom baru akan ditempatkan sebagai kolom terakhir. Jika kita menginginkan kolom baru tidak sebagai kolom terakhir, kita dapat memakai frasa FIRST atau AFTER.
Perintah menambah kolom pada table:
Menambahkan kolom/field harga jual didalam table data barang.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null;
Perintah menambah kolom dengan menggunakan frasa FIRST, jadi setiap kolom/field yang ditambahkan akan selalu berada diawal field.
Menambahkan kolom/field harga jual diawal.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null first;
Perintah menambah kolom dengan menggunakan frasa AFTER, jadi setiap kolom/field yang ditambahkan maka akan disisipkan setelah field yang disebutkan.
Menambahkan kolom/field harga jual setelah kolom/field harga.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null after harga;
Perintah Menghapus kolom:
Menghapus kolom/field harga jual dari table data barang.
alter table data_barang drop harga_jual;
Perintah Mengubah Nama Kolom/field:
Mengubah nama kolom/field harga menjadi harga_beli.
alter table data_barang change harga harga_beli bigint(15)not null;
Sebelum
Sesudah
Perintah Mengubah Tipe Data Kolom Tanpa Mengubah Nama Kolom/field:
Mengubah tipe data dari kolom/field kd_barang yang tipe data awalnya char dengan ukuran 4 menjadi varchar ukuran 4.
alter table data_barang modify kd_barang varchar (4)not null;
Perintah mengubah nama table:
Mengubah nama table data_barang menjadi data_brng.
alter table data_barang rename data_brng;
Perintah menghapus Primary Key dari dalam table:
Menghapus primary key dari table data barang.
alter table data_brng drop primary key;
Perintah menambahkan indeks primary key pada tabel yang belum memiliki Primary key:
Menambahkan primary key didalam table data barang pada kolom/field kode_barang.
alter table data_brng add PRIMARY KEY(kd_barang);
3. Perintah Drop
Perintah ini digunakan untuk menghapus Database dan Table
Perintah menghapus table:
drop table data_brng;
Perintah menghapus Database:
drop database db_latihan_query;
2. DML(Data Manipulation Language)
3. DCL(Data Control Language)
Kali ini kita akan membahas perintah tentang DDL(Data Definition Language).
DDL(Data Definition Language) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu:
1. CREATE
2. ALTER
3. DROP
Berikut penjelasan dan contoh cara menuliskan perintah-perintah yang termasuk dalam DDL(Data Definition Language), dalam menuliskan perintah SQL kali ini saya menggunakan MySQL Command Line.
1. Perintah CREATE
Perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk diantaranya untuk membuat database baru, table baru, view baru, dan kolom.
Perintah membuat database:
Membuat database dengan nama database db_latihan_query.
create database db_latihan_query;
Perintah menampilkan seluruh database yang ada:
show databases;
Perintah mengaktifkan database yang sudah dibuat:
Use db_latihan_query;
Perintah Membuat table di dalam database:
Membuat table data_barang beserta field-field dan tipe datanya:
create table data_barang(
kd_barang char(4)not null,
nm_barang varchar(25)not null,
harga bigint(15)not null,
stock int(4)not null,
PRIMARY KEY(kd_barang));
Perintah Menampilkan deskripsi table yang sudah dibuat:
Desc data_barang;
2. Perintah ALTER
Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur table yang telah dibuat, pekerjaannya mencakup mengganti nama table, menambahkan kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.
Untuk menambah kolom, kita bisa memakai ADD nama_kolom. Secara default, kolom baru akan ditempatkan sebagai kolom terakhir. Jika kita menginginkan kolom baru tidak sebagai kolom terakhir, kita dapat memakai frasa FIRST atau AFTER.
Perintah menambah kolom pada table:
Menambahkan kolom/field harga jual didalam table data barang.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null;
Perintah menambah kolom dengan menggunakan frasa FIRST, jadi setiap kolom/field yang ditambahkan akan selalu berada diawal field.
Menambahkan kolom/field harga jual diawal.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null first;
Perintah menambah kolom dengan menggunakan frasa AFTER, jadi setiap kolom/field yang ditambahkan maka akan disisipkan setelah field yang disebutkan.
Menambahkan kolom/field harga jual setelah kolom/field harga.
alter table data_barang add harga_jual bigint(15) not null after harga;
Perintah Menghapus kolom:
Menghapus kolom/field harga jual dari table data barang.
alter table data_barang drop harga_jual;
Perintah Mengubah Nama Kolom/field:
Mengubah nama kolom/field harga menjadi harga_beli.
alter table data_barang change harga harga_beli bigint(15)not null;
Sebelum
Sesudah
Perintah Mengubah Tipe Data Kolom Tanpa Mengubah Nama Kolom/field:
Mengubah tipe data dari kolom/field kd_barang yang tipe data awalnya char dengan ukuran 4 menjadi varchar ukuran 4.
alter table data_barang modify kd_barang varchar (4)not null;
Perintah mengubah nama table:
Mengubah nama table data_barang menjadi data_brng.
alter table data_barang rename data_brng;
Perintah menghapus Primary Key dari dalam table:
Menghapus primary key dari table data barang.
alter table data_brng drop primary key;
Perintah menambahkan indeks primary key pada tabel yang belum memiliki Primary key:
Menambahkan primary key didalam table data barang pada kolom/field kode_barang.
alter table data_brng add PRIMARY KEY(kd_barang);
3. Perintah Drop
Perintah ini digunakan untuk menghapus Database dan Table
Perintah menghapus table:
drop table data_brng;
Perintah menghapus Database:
drop database db_latihan_query;
World Wide Web
World Wide Web atau Waring Wera Wanua, disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada Internet.
WWW adalah suatu program yang ditemukan olehTim Berners-Lee pada tahun 1991.Awalnya Berners-Lee hanya ingin menemukan cara untuk menyusun arsip-arsip risetnya. Untuk itu, beliau mengembangkan suatu sistem untuk keperluan pribadi.Sistem itu adalah program peranti lunakyang diberi nama Enquire. Dengan program itu, Berners-Lee berhasil menciptakan ingan yang menautkan berbagai arsip sehingga memudahkan pencarian informasi yang dibutuhkan. Inilah yang kelak menjadi dasar dari sebuah perkembangan pesat yang dikenal sebagai WWW. WWW dikembangkan pertama kali di Pusat Penelitian Fisika Partikel Eropa (CERN), Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-lee membuat pengajuan untuk proyek pembuatan hiperteks global, kemudian pada bulan Oktober 1990, 'Waring Wera Wanua' sudah dapat dijalankan dalam lingkungan CERN.Pada musim panas tahun 1991, WWW secara resmi digunakan secara luas pada jaringan Internet.
Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Sumber: Wikipedia
Langganan:
Komentar (Atom)
















